Tidak Tanggung-Tanggung, Dua Guru SMP Budi Utomo Perak Lolos Program Guru Penggerak

Program Guru Penggerak merupakan program pendidikan dari pemerintah berupa pelatihan yang diberikan kepada guru sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru yang dapat memberikan dampak nyata baik di kelas maupun di sekolah.  Melalui pelatihan ini, lulusan program guru penggerak ini diharapkan mampu mengembangkan peserta didik dengan refleksi, dan pembelajaran secara mandiri maupun kelompok, menggerakan ekosistem pendidikan dengan membuka banyak kolaborasi, mendorong tingkat kepemimpinan peserta didik agar menjadi pribadi yang lebih aktif dan percaya diri, menciptakan format pembelajaran yang menyenangkan, dan Mendukung hasil pembelajaran yang implementatif kepada peserta didik. Pelatihan ini harus ditempuh dalam masa enam bulan lamanya. Untuk bisa mengikuti program ini, bapak ibu guru harus melalui serangkaian seleksi yang cukup komplit dan ketat mulai dari seleksi administrasi, essay, praktik mengajar, dan wawancara.

Proses seleksi Pendidikan program guru penggerak tersebut juga dilalui oleh dua orang guru SMP Budi Utomo Gadingmangu Perak. Dengan didasari niat yang baik untuk meningkatkan kompetensinya dalam memberikan pelayanan Pendidikan terbaik bagi murid SMP BU dan juga restu serta doa dari seluruh rekan guru SMP BU, Alhamdulillah dua Guru SMP BU lolos seleksi Program Guru Penggerak (PGP) dan berhak mengikuti pelatihan intensive selama 6 bulan lamanya. Dua guru tersebut yaitu pak Nur Cahyono, M.Pd (guru Bahasa Inggris yang juga KAUR Kurikulum) dan pak Dwi Fadlli Febrianto, S.Pd. (guru Bahasa Jawa).

Dan pada saat artikel ini diterbitkan, tapat satu bulan PGP diikuti oleh kedua guru tersebut. Mereka terlihat bahagia dan antusias mengikuti setiap sesi kegiatan baik melalui Learning Management System (LMS) maupun kegitan offline berupa pendampingan dari Pengajar Praktik dan Lokakarya. Hal ini senada dengan penuturan dari salah satu CGP bapak Nur Cahyono berikut ini “Satu bulan sudah saya mengikuti PGP ini, terasa sangat cepat namun manfaat yang saya rasakan begitu padat. Filosofi Ki Hadjar Dewantara telah membuka hati saya bahwa mendidik itu adalah menuntun bukan menuntut seperti yang selama ini saya lakukan. Senang sekali bisa bereksplorasi dan berkolaborasi melalui LMS untuk menebalkan pemahaman akan materi atau konsep yang diberikan. Apalagi Ketika mengikuti Lokakarya, bisa bertatap muka secara langsung, belajar bersama, bercanda, bermain, dan bertukar pikiran membuat saya semakin Bahagia. Hahahaha…senangnya belajar demikian. Inilah yang dimaksud merdeka belajar yang mana hanya bisa diperoleh melalui merdeka mengajar”.

About Admin SMPBU

Check Also

Pengumuman Kelulusan SMP Budi Utomo Perak Tahun 2021/2022

Telah tiba juga penantian yang selama ini ditunggu oleh siswa dan siswi kelas IX SMP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.