Blog Page 13

    teknologi pendidikan
    teknologi pendidikan

    Arti dan Tujuan Teknologi Pendidikan di Indonesia

    teknologi pendidikan
    teknologi pendidikan

    Dewasa ini banyak sekali orang yang salah mengerti akan arti dari teknologi pendidikan. Kebanyakan dari mereka mendefinisikan hal ini sebagai teknologi yang digunakan sebagai alat bantu dalam pendidikan supaya lebih efektif, efisian, dan berhasil guna. Mereka menganggap hal ini hanyalah sebatas sarana dan prasarana saja yang digunakan untuk menunjang pendidikan di Indonesia. Memang sarana dan prasarana sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar. Alat bantu yang digunakan akan membuat para siswa menjadi lebih cepat mengerti dan lebih bersemangat dalam menerima pelajaran. Tetapi sebenarnya artian dan definisinya tidak hanya terbatas akan sarana dan prasarana saja. Bagi anda yang masih belum mengerti, berikut ini akan dibahas secara mendetail akan hal ini.

    Arti teknologi pendidikan

    Dalam arti sempit hal ini memang bisa diartikan sebagai teknologi yang digunakan sebagai alat bantu dalam pendidikan supaya lebih efektif, efisian, dan berhasil guna. Tetapi dalam arti yang lebih luas, teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Istilah ini sering kali dihubungkan dengan teori belajar dan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia.

    Teknologi pendidikan ini memang memiliki arti yang sangat luas. Istilah ini sebenarnya lebih condong kepada suatu disiplin atau sebuah bidang pendidikan. Jika anda masih bingung, berikut ini akan diberikan beberapa contohnya. Jika bidang utamanya adalah industry, maka teknologinya adalah manajemen teknik industry, bioteknologi industry, teknik proses, teknik manufaktur, teknik otomasi, dan bidang – bidang lainnya yang tercakup dalam bidang industri. Sehingga setiap bidang pendidikan akan memiliki banyak sekali cakupan teknologi yang dimilikinya. sehingga istilah ini tidak hanya merujuk pada sebuah peralatan fisik saja, tetapi juga mencakup akan bidang – bidang pendidikan.

    Tujuan teknologi pendidikan

    Teknologi memiliki banyak sekal tujuan yang bermanfaat. Tujuan yang pertama adalah untuk memecahkan masalah belajar. Jika guru mengalami kesulitan dalam mengajar, maka ilmu yang disampaikan kepada murid tidak akan lancar. Untuk itulah adanya pembagian bidang – bidang dan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung diharapkan akan menjadi solusi dari masalah ini. Tujuan kedua adalah untuk meningkatkan kinerja pembelajaran. Ketersediaan fasilitas tentu akan memengaruhi kinerja pembelajaran. Akan banyak pesan multimedia dan visual yang memberikan ilmu pengetahuan dan mudah dicerna oleh murid. Penelitian mengatakan bahwa siswa akan lebih cepat mengerti dan menangkap pelajaran dengan cara melihat dibandingkan dengan cara mendengar lalu membayangkannya. Dengan demikian adanya fasilitas seperti LCD akan sangat membantu. Selain itu dengan adanya pembagian dalam bidang – bidang teknologi pendidikan juga akan membuat para siswa bisa memilih bagian yang mereka sukai dan mereka kuasai.

      pendidikan karakter
      pendidikan karakter

      Pentingnya Pendidikan Karakter di Indonesia

      Hingga saat ini masih banyak sekali orang yang kurang mengetahui akan pentingnya pendidikan karakter di Indonesia. Kebanyakan orang masih menganggap bahwa aspek pengetahuan adalah hal yang paling penting untuk dimiliki. Hal itu tidak sepenuhnya salah, karena pengetahuan sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari – hari. Orang yang memiliki lebih banyak pengetahuan pasti lebih unggul dibandingkan dengan orang yang kurang memiliki pengetahuan. Tetapi pengetahuan saja tidaklah cukup untuk meraih kesuksesan dan memajukan bangsa kita. Oleh karena itulah sangat penting diajarkan akan karakter kepada murid – murid di sekolahan. Bisa kita bayangkan seseorang yang memiliki pengetahuan yang sangat luas, tetapi memiliki karakter yang sangat buruk. Anda tentu bisa menebak bagaimana kehidupan orang itu, mampukan dia sukses dan mampukah dia membuat negara Indonesia menjadi negara yang lebih baik? Tentu saja tidak.

      pendidikan karakter
      pendidikan karakter

      Kurangnya pendidikan karakter pada kurikulum 2006

      Kita semua pasti sudah pernah mendengar bahwa KTSP atau kurikulum 2006 adalah kurikulum terburuk dalam sejarah pendidikan bangsa Indonesia. Salah satu ciri dan isi dari dari kurikulum 2006 adalah mementingkan aspek pengetahuan dan mengabaikan aspek – aspek lainnya. Sehingga pada kurikulum 2006 tersebut, siswa jarang mendapatkan pendidikan karakter. Bahkan BK pada kurikulum 2006 digunakan untuk menyelesaikan masalah siswa bukan untuk mendewasakan ataupun mengembangkan potensi siswa. Siswa dibuat seperti robot untuk belajar. Jam pelajaran di sekolah ditambahkan agar siswa mampu belajar lebih lama. Hal inilah yang membuat para siswa memiliki karakter yang buruk.

      Dengan jarangnya pendidikan karakter pada kurikulum 2006, siswa – siswa di Indonesia memang menjadi lebih pintar, tetapi juga berkarakter buruk. Bisa kita lihat pada berita – berita diberbagai media yang menyebutkan kasus kenakalan remaja. Banyak sekali siswa yang membolos, tawuran dan pelanggaran – pelanggaran lainnya. Mereka merasa terbebani akan sistem pendidikan yang hanya mementingkan pengetahuan saja dan sistem pelajaran yang sangat melelahkan. Hal itu didukung dengan tidak adanya bimbingan akan karakteristik mereka. Sehingga para siswa berani melakukan berbagai macam pelanggaran.

      Pendidikan karakter pada kurikulum 2013

      Seiring bergantinya mentri pendidikan di Indonesia, sistem pendidikan di Indonesia juga ikut berubah. Menanggapi masalah yang telah dijelaskan diatas, kini kurikulum 2006 telah dihapuskan. Untuk mengganti kurikulum itu, munculah kurikulum 2013 yang juga mencakup aspek – aspek selain pengetahuan saja. Kini aspek karakter, sikap, keterampilan, dan pengetahuan berjalan seimbang. Bk juga tidak hanya berfungsi untuk menyelesaikan masalah siswa saja, tetapi juga mengembangkan potensi siswa. Dan yang paling penting dari kurikulum 2013 ini adalah peningkatan karakter pelajar Indonesia agar bisa menjadi pelajar yang memiliki pengetahuan yang luas sekaligus memiliiki karakter yang baik. karena tanpa adanya pendidikan karakter, siswa hanya akan menjadi orang pintar dengan kelakuan yang mencoreng nama baik negara Indonesia.

        Potret Pendidikan Indonesia
        Potret Pendidikan Indonesia

        Usaha Peningkatan Sistem Pendidikan di Indonesia

        Banyak pihak yang menuntut peningkatan sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini disebabkan karena mutu pendidikan di negara kita ini masih sangat rendah. Sebagai contoh, kita bisa membandingkan mutu pendidikan dengan negaa – negara tetangga kita di daerah ASEAN. Mutu pendidikan yang rendah inilah yang membuat kualitas SDM bangsa Indonesia masuk kedalam peringkat yang paling rendah. Sebenarnya pendidikan di Indonesia masih bisa ditingkatkan. Dengan peningkatan mutu kualitas pendidikan tersebut, diharapkan negara Indonesia mampu melahirkan generasi yang memiliki keunggulan dalam berbagai bidang. Dengan demikian maka bangsa Indonesia akan mampu bersaing dengan bangsa lain dan tidak semakin tertinggal karena arus global yang berjalan dengan cepat.

        Potret Pendidikan Indonesia
        Potret Pendidikan Indonesia

        Masalah pada sistem pendidikan di Indonesia

        Untuk meningkatkan mutu pendidikan negara Indonesia yang tergolong rendah, sistem pendidikan di Indonesia yang sudah ada haruslah diperbaiki. Selama ini sistem pendidikan kita bisa dibilang semrawut. Kita tentu sudah mengenal akan kurikulum 2006 yang bisa dibilang sebagai kurikulum yang paling parah atau bahkan bisa dibilang gagal. Sebenarnya bukan kurikulum 2006 yang membuat pendidikan di Indonesia jatuh, tetapi lebih kepada sistem pada kurikulum itu dan kebijakan menteri pendidikan saat itu yang membuat keadaan memburuk.

        Pada kurikulum 2006, sistem pendidikan di Indonesia seolah menjadi lebih ketat dan rumit. Sistem penilaian pada kurikulum ini hanya mementingkan nilai semata. Aspek – aspek lain yang bisa menguku kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan kurang diperhitungkan. Karena sistem pendidikan yang hanya dominan pada aspek pengetahuan itulah, banyak sekali terjadi penyimpangan dalam pendidikan. Banyak sekali berita siswa yang stress dalam menghadapi ujian, ditambah lagi dengan kebijakan mentri pendidikan yang membuat banyak sekali paket ujian nasional. Sebenarnya masalah sistem pendidikan saat itu sangatlah banyak. Mulai dari siswa yang kecapaian karena jam mata pelajaran yang lebih banyak bahkan sampai sore hari, sehingga membuat mereka tergoda untuk membolos. Dan yang paling parah adalah adanya aksi penyogokan oleh pihak siswa kepada pihak sekolah agar nilai anak mereka bisa terangkat.

        Peningkatan mutu pendidikan dengan perubahan sistem pendidikan di Indonesia

        Untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia diperlukan sistem pendidikan yang responsive terhadap perubahan dan tuntutan zaman. Perbaikan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah – masalah seperti yang telah dibahas diatas. Untuk itu bangsa Indonesia harus menggunakan sistem pendidikan dan pola kebijakan yang sesuai dengan keadaan Indonesia.  Salah satu perubahan yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah dengan mengganti kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013. Dengan bergantinya mentri pendidikan, maka sistem pendidikan juga ikut berganti. Dengan perubahan sistem pendidikan di Indonesia ini, diharapkan mutu pendidikan di Indonesia juga ikut meningkat.