Blog

Pendaftaran Siswa Baru

PENGUMUMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
SMP BUDI UTOMO PERAK
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Assalamu’alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah… Atas berkat rahmat dan ridho Allah SWT. SMP Budi Utomo Pada Tahun ini, Tahun Pelajaran 2016/2017 dapat melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan Aman, Selamat, Lancar dan Barokah.

Ucapan terimakasih dan syukur kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran dan ketertiban dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2016/2017 ini.

Sampai pada akhirnya pada Tanggal 14 Juni 2016 ini kami dapat mengumumkan hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2016/2017.

Berikut Daftar Siswa yang DITERIMA di kelas 7 Tahun Pelajaran 2016/2017

MTI (media of teaching islam) adalah suatu organisasi dibwah naungan YPBU dan menjadi salah satu program unggulan di YPBU itu sendiri. MTI berdiri pada tahun 1996 yang dirintis oleh Bp. Abdulloh maksum, Bp. Jumikan, & Bp. Arman HB .alm. Mulanya, MTI berkepanjangan “Mubaligh Tugasan Internasional”, seiring berjalannya waktu MTI berubah menjadi “Media of Teaching Islam”. Karena menurut para sesepuh makna MTI tersebut lebih menjiwai seorang penyampai qur’an hadist ke seluruh penjuru dunia sebagaimana motto MTI “Be The Teacher of The World”. Sebagai wujud nyata tugas MTI adalah Online Recitation. Yaitu melakukan broadcasting pengjian memaknai Qur’an Hadist dengan berbahasa inggris ke beberapa negara seperti Amerika, Belanda, Abu Dhabi, Hongkong, Australia, dan beberapa negara lainnya. Pengjian itu berjalan dengan menggunakan media Skype & TeamTalk untuk informasi tentang pengajian bisa didapatkan dari Skype & Facebook, serta e-mail dengan alamat mtigama@yahoo.com.

Media Of Teaching Islam
Media Of Teaching Islam

Media of teaching Islam atau biasa disebut MTI ini adalah program yang dijalankan oleh Yayasan Pendidikan Budi Utomo dan berlaku sebagai ekstrakurikuler di SMP Budi Utomo. Sesuai dengan namanya, MTI ini adalah pembelajaran mengenai ajaran agam Islam yang baik dan benar. Beda pembelajara MTI dengan sistem pembelajaran agama Islam yang lain terletak pada penyampaiannya yang menggunakan Bahasa Internasional, yakni Bahasa Inggris. Selain menggunakan Bahasa Inggris, MTI juga menggunakan Bahasa Arab. Program ini sebenarnya bebas untuk diikuti siapa saja, mulai dari kalangan masyarakat umum, mahasiswa, pelajar atau profesi lainnya. Pembelajaran MTI yang mengajarkan nilai-nilai Islam dengan Bahasa luar negeri ini disesuaikan dengan kondisi sekitar, yakni tempat pesantren. Jadi, tidak heran untuk saat ini banyak dari anak pondok pesantren yang mengikuti MTI. Tapi, program MTI ini tidak akan menganggu kegiatan belajar di sekolah formal karena program MTI berada di luar jam sekolah.

Kini telah hadir generasi software terbaru dari windows yaitu windows 10, hal tersebut tentu saja membuat kita ingin mengetahui review windows 10 tersebut. Kita tidak sadar bahwa waktu berjalan begitu cepat. Baru saja dua tahun yang lalu sistem operasi windows 8 rilis di pasaran tetapi kini sudah hardir lagi windows keluaran terbaru yaitu windows 10. Windows 10 ini diharapkan menjadi software yang lebih baik dari pada windows 8. Pada tahun 2013 terdengar kabar bahwa Microsoft akan mengeluarkan sistem operasi windows 9, tetapi pada kenyataannya tahun ini yang muncul malah windows 10. Hal ini tentu menjadi sebuah pertanyaan karena generasi lanjutan dari windows 8 seharusnya adalah windows 9, tetapi entah mengapa pihak Microsoft malah mengeluarkan generasi lanjuannya yaitu windows 10.

microsoft-windows10
microsoft-windows10

kartu indonesia pintar
kartu indonesia pintar

Presiden Jokowi baru-baru ini telah meluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Mungkin belum semua masyarakat Indonesia mengetahui kedua kartu tersebut. Kedua kartu tersebut bersama dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masuk ke dalam program Government to person (G2P). Program tersebut merupakan program yang dibuat untuk membantu keluarga kurang mampu seperti pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Kalau kedua program tersebut tadinya diberikan secara tunai melalui kantor pos. Maka untuk program G2P ini, bantuan akan diberikan secara non tunai melalui Layanan Keuangan Digital lewat kartu. Kartu-kartu ini akan dibagikan kepada warga melalui kantor pos.

kartu indonesia pintar
kartu indonesia pintar

KIS Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat Indonesia

Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) memiliki fungsi yang berbeda. KIS merupakan jaminan bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan dari diluncurkannya kartu ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meringankan beban rakyat miskin dalam hal kesehatan. Karena selama ini rakyat miskin susah untuk berobat. KIS akan diberikan untuk anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga tidak menggeser Sistem JKN. Pemerintah telah menunjuk BPJS Kesehatan sebagai penyelanggara. Menteri Kesehatan yang baru ditunjuk, Nila Moeloek juga menambahkan bahwa pemegang kartu ini akan mendapatkan sejumlah benefit. Salah satunya adalah edukasi.

Saat ini sendiri terdapat 86,4 jiwa penerima bantuan iuran JKN. Semuanya akan tetap ditanggung dengan Kartu Indonesia Sehat. Khusus untuk anak dari keluarga miskin, tidak perlu mendaftar lagi tapi bisa langsung menggunakan KIS. Untuk tahpa pertama sampai dengan akhir 2014, KIS akan dibagikan kepada 19 provinsi. Provinsi lainnya akan mendapat giliran pada tahun 2015. Harapannya adalah pada tahun 2015 seluruh penduduk prasejahtera di Indonesia telah memiliki kartu tersebut. Terkait dengan biaya premi, sampai saat ini biaya premi KIS masih sama dengan JKN. Tetapi belum ada info lebih lanjut lagi mengenai biaya premi. Harapannya adalah anggaran untuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Indonesia.

Semua Bisa Sekolah dengan KIP

Dari namanya sudah terlihat perbedaan di antara Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). KIP sengaja dibuat supaya keluarga miskin dan rentan miskin bisa menyekolahkan anaknya secara gratis. Tidak hanya itu, KIP juga akan menjangkau anak-anak yang berada di luar sekolah. Misalnya seperti anak jalanan dan anak putus sekolah, yatim piatu serta difabel. KIP juga bisa digunakan di balai-balai latihan kerja. Penerima kartu hanya tinggal menunjukkan Kartu Indonesia Pintar pada pihak sekolah atau balai-balai latihan kerja.

Pada tahap pendistribusian yang pertama, KIP akan dibagikan pada 18 provinsi kabupaten kota dengan sasaran 152.434 siswa di jenjang SD, SMP, SMA/SMK. Jumlah tersebut pastinya akan bertambah karena data yang digunakan saat ini adalah data Bantuan Siswa Miskin (BSM). Anies Baswedan memperkirakan akan ada 24 juta penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar. Lokasi yang akan mendapat Kartu Indonesia Pintar antara lain Jembrana, Pandeglang, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Cirebon, Bekasi, Kuningan, Semarang, Tegal, Banyuwangi, Surabaya, Balikpapan, Kupang, Mamuju Utara, dan Pematang Siantar. Harapan yang dimiliki semua orang pastinya sama. Yaitu supaya semua masyarakat Indonesia bisa mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Perbedaan Kurikulum 2013 dengan KTSP
Perbedaan Kurikulum 2013 dengan KTSP
Perbedaan Kurikulum 2013 dengan KTSP
Perbedaan Kurikulum 2013 dengan KTSP

Mungkin masih sedikit orang yang mengetahui perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 (KTSP). Pastinya kedua kurikulum tersebut berbeda. Kurikulum 2013 memang telah diterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014 yang lalu. Tetapi hanya sekolah-sekolah tertentu saja yang sudah menggunakan kurikulum ini. Kurikulum 2013 sendiri telah resmi dikeluarkan pada tanggal 15 Juli 2013. Salah satu perbedaan yang dimiliki antara kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 adalah, Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang dimiliki. SKL yang dimiliki oleh kurikulum 2013 ditentukan melalui Permendikbud no 54 tahun 2013. Kemudian baru ditentukan standar isi yang berbentuk Kerangka Dasar Kurikulum yang dituangkan di dalam Permendikbud no 67, 68, 69, dan 70. Sedangkan untuk kurikulum 2006 ditentukan terlebih dahulu standar isinya melalui Permendiknas no 22 tahun 2006. Setelah itu baru ditentukan SKL melalui Permendiknas no 23 tahun 2006.

Pemberian Pelajaran dan Pendekatan yang Berbeda

Perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 (KTSP) tidak hanya sebatas undang-undang dan penentuan SKL/standar isi saja. Tentu perbedaan juga menyangkut aspek dalam pemberian pelajaran kepada peserta didik. Untuk kurikulum 2013 lebih menekankan pada aspek kompetensi dimana ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Hal ini tentunya berbeda dengan kurikulum KTSP. Kurikulum 2006 lebih menekankan pada aspek pengetahuan. Bisa dibilang pada kurikulum 2006, pelajaran menjadi nomer satu.

Untuk kurikulum 2013, pada jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-VI sedangkan pada kurikulum 2006 jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III. Dari segi jam pelajaran juga bisa terlihat perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 (KTSP). Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak pada kurikulum 2013. Tetapi jumlah pelajaran yang diberikan justru lebih sedikit. Sebaliknya untuk kurikulum 2006 KTSP, jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajarannya lebih banyak dibandingkan dengan kurikulum 2013. Proses pembelajarannya pun dilakukan dengan cara yang berbeda. Pada kurikulum 2013 dilakukan pendekatan ilmiah, yaitu standar proses pembelajaran terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. Sedangkan untuk kurikulum 2006 standar proses yang dimiliki adalah Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi.

Kurikulum 2006 Lebih Dominan pada Aspek Pengetahuan

Kalau dahulu TIK menjadi bagian dari mata pelajaran, maka sekarang TIK adalah media pembelajaran. Perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 (KTSP) juga bisa anda lihat dari standar penilaian yang digunakan. Standar penilaian yang otentik dengan mengukur kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil diterapkan pada kurikulum 2013. Sedangkan pada kurikulum 2006, penilaian lebih dominan pada aspek pengetahuan. Sehingga aspek lainnya diabaikan. Pada kurikulum 2013 ini pula, pramuka menjadi salah satu ekstrakurikuler wajib yang harus diikuti oleh para siswa. Dulu saat kurikulum 2006 masih berlaku, pramuka bukanlah salah satu ekstrakurikuler yang harus diikuti.

Kalau dulu penjurusan dimulai ketika siswa naik ke kelas XI, maka sekarang penjurusan sudah dimulai sejak siswa baru masuk di kelas X. Perbedaan juga bisa dilihat dari sisi BK (Bimbingan Konseling). Dulu BK identik dengan membantu siswa dalam menyelesaikan masalah. Tetapi sekarang pada kurikulum 2013 BK memiliki pekerjaan lain yaitu untuk mengembangkan potensi siswa. Perbedaan yang dimiliki kedua kurikulum tersebut memang jelas berbeda. Hanya saja esensinya masih sama. Misalnya saja pada sistem pendekatan. Pendekatan tidak tergantung pada kurikulum. Tetapi bagaimana implementasi di kelas nanti. Semoga saja perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 (KTSP) bisa memberikan perubahan pada dunia pendidikan Indonesia.

Kurikulum 2013 logo
Kurikulum 2013 logo
Kurikulum 2013 logo
Kurikulum 2013 logo

Terdapat beberapa perbedaan dan persamaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 yang lalu. Pada tahun 2013 yang lalu, tepatnya pada tanggal 15 Juli 2013, sistem pendidikan di Indonesia resmi menggunakan kurikulum 2013 yang dilaksanakan di beberapa sekolah tertentu. Diadakannya kurikullum 2013 ini mengingat dalam beberapa tahun teakhir ini kualitas generasi penerus bangsa dalam segi moral dan kualitas cenderung menurun. Hal ini dapat dilihat dari semakin maraknya aksi tawuran antar siswa di beberapa sekolah. Namun, pada intinya, entah itu kurikulum 2013 ataupun KTSP tahun 2006, semuanya bertujuan untuk memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Beberapa Hal Membedakan Kurikulim 2013 dan Kurikulum 2006

kurikulum 2013 dan ktsp
kurikulum 2013 dan ktsp

Dalam beberapa aspek dalam dunia pendidikan, terdapat beberapa hal yang dapat menjad perbedaan maupun persamaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006. Jika dalam kurikulum KTSP 2006 standar kelulusan ditentukan melalui Permendiknas, pada kurikulum 2013 standar kompetensi kelulusan ditentukan oleh Permendikbud. Perbedaan yang paling mencolok pada kedua sistem ini adalah dari aspek kompetensi kelulusannya, dimana pada kurikulum KTSP tahun 2006 mengutamakan aspek kelulusan pada pengetauhan akan mata pelajaran yang diketahui oleh siswa-siswi di sekolah dasar. Sedangkan pada kurikulum tahun 2013 menekankan tidak hanya pada pengetauhan yang diketahui oleh siswa-siswi saja, tapi juga memperhatikan kompetensi pada ketrampilan dan sikap sehari-hari di bangku sekolah dasar hingga menengah.

Dari materi yang harus dikuasaipun cenderung berbeda. Karena pada kurikulum KTSP tahun 2006, Tematik pada tangkat sekolah dasar/ sederajat dilakukan untuk kelas 1 hingga kelas 3 saja, namun pada kurikulum tahun 2013, Tematik paa jenjang sekolah dasar/ sederajat diadakan untuk tingat kelas 1 hingga kelas 6. Selain itu, pada kurikulum 2013, waktu pembelajaran cenderung lebih banyak dibandingkan kurikulum  KTSP tahun 2006, namun mata pelajaran pada kurikulum 2013 cenderung lebih sedikit dibandingkan kurikulum KTSP tahun 2006. Tapi ada pula persamaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 yang berupa mata pelajaran yang tetap dan tidak dihilangkan, yakni sains, matematika, dan ilmu Bahasa. Tapi, dalam kurikulum 2013, TIK sebagai mata pelajaran dirubah menjadi media pembelajaran.  Inilah yang membuat perbedaan mencolok dengan kurikulum 2006 berupa KTSP.

Pro Kontra Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006

Kurikulum terbaru ini memang terlihat lebih padat dan efisien dalam sistem pembelajaran, karena merupakan penyempurnaan dari sistem yang sebelumnya, yakni KTSP tahun 2006. Tapi, ketika sistem ini dijalankan tanpa persiapan yang matang terhadap tenaga pengajar, fasilitas serta mental yang sesuai, tentu penjalanan kurikulum ini akan tersendat. Itulah yang menyebabkan kurikulum tahun 2006 KTSP dijalankan kembali, karena belum siapnya pendidikan Indonesia yang belum merata untuk kurikulum baru ini. Sedangkan, kurikulum tahun 2006 memang perlu penyesuaian seiring dengan berkembangnya jaman. Apalagi kurangnya pengaruh moral dan tingkah laku pada kurikulum ini bisa membuat para generasi muda tidak siap menghadapi persaingan di dunia kerja nanti. Tapi, untuk sementara menetapkan kurikulum 2006 untuk mempersiapkan penerapan kurikulum 2013 memang menjadi pilihan yang tepat. Persamaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 untuk kebaikan pendidikan Indonesia tentunya perlu peran semua pihak, tidak hanya pemerintah dan instansi pengajar.

Adanya lab komputer SMP Budi Utomo akan menambah dan meunjang kemampuan siswa-siswi dalam sekolah menengah pertama tersebut dalam proses belajar mengajar terutama yang terkait dengan tekologi, informatika dan komunikasi. Dengan bantuan dari fasilitas pembelajaran berupa Lab komputer di SMP Budi Utomo, tentu akan menambah pengetauhan para siswa di sekolah tersebut. Inilah yang akan menjadikan generasi muda di Indonesia sadar akan perkembangan teknologi dan berkembang sesuai tuntutan jaman. Adanya fasilitas berupa laboratorium computer saja tentu tidak cukup apabila tidak didukung dengan perabotan dan perlengkapan penunjang lainnya. Untuk itu, di SMP Budi Utomo ini selain memiliki ruang yang khusus sebagai laboratorium komputer, ternyata di dalam ruangan tersebut telah disediakan pula beberapa perlengkapan yang melengkapi lab komputer tersebut.

lab komputer smp budi utomo
lab komputer smp budi utomo

Fasilitas dan Kegiatan Lab Komputer SMP Budi Utomo

SMP Budi Utomo memiliki beberapa lab sebagai sarana pendukung proses belajar siswa. Tentunya, hal semacam ini perlu diperhatikan oleh sekolah menengah pertama yang lainnya. Salah satu lab yang ada disini adalah Lab komputer SMP Budi Utomo.  Dalam ruang laboratorium computer sendiri biasanya berisikan lebih dari satu unit computer. Begitupun dengan lab komputer di SMP Budi Utomo ini. Di dalam ruangan ini tersedia sekitar 40 komputer dengan 1 komputer induk. Penggunaan komputer-komputer ini ditujukan kepada para siswa yang  hendak praktikum di bidang teknologi, informasi dan komunikasi. Disini, para siswa akan dibimbing dengan guru masing-masing mata pelajaran yang dibantu oleh para pengurus lab komputer disini.  Selain itu, terdapat pula layar LCD, proyektor, printer serta perangkat elektronik lainnya yang menunjang lab komputer ini.

Di lab komputer SMP Budi Utomo ini juga memiliki jaringan internet yang khusus digunakan untuk kepentingan laboratorium. Sehingga akan memudahkan para siswa dalam menggali informasi serta menambah wawasan mengenai teknologi. Pada pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menurut aturan yang ada, untuk menambah pengetauhan serta kemampuan para siswa, harus diadakan beberapa praktikum langsung,  yang meliputi pengetauhan tentang software (peragkat lunak) maupun hardware (perangkat keras) pada komputer dan dapat menggunakan fasilitas yang terkoneksi dengan internet dengan baik dan benar. Bahkan, lab komputer ini bisa digunakan apabila terdapat siswa atau siswi yang ingin melakukan penelitian atau riset lebih lanjut mengenai internet. Dengan persetujuan dari para pengurus laboratorium komputer , para siswa dapat menggunakan fasilitas di lab ini dengan maksimal. Bahkan, para pengajar dan staff pembantu dapat memberikan bimbingan.

 Pentingnya Fungsi Lab Komputer SMP Budi Utomo

Dalam menunjang pengetauhan dan keahlian serta bakat para siswa dalam dunia teknologi, tentu peran laboratoriuk komputer ini penting adanya di setiap sekolah. Salah satu sekolah yang telah menerapkan sistem penggunaan laboratoriuk komputer yang baik adalah SMP Budi Utomo. Ditunjang dengan fasilitas yang lengkap serta ruangan AC yang nyaman, membuat SMP Budi Utomo dapat menciptakan output dari para siswa yang berkualitas dalam segi tekologi. Tidak ada salahnya untuk sekolah lain mengikuti jejak lab komputer SMP Budi Utomo yang telah memenuhi prasyarat standar lab komputer untuk sekolah menengah pertama agar mampu bersaing di dunia pendidikan internasional.

lab ipa smp budi utomo
lab ipa smp budi utomo

Ilmu Pengetauhan Alam (IPA)  akan lebih bagus jika dipraktekan, untuk itu Lab IPA SMP Budi Utomo memiliki salah satu fasilitas yang memang harus ada di suatu sekolah ini. IPA dapat mengembangkan pola piker, pengetauhan, serta sikap ilmiah dari para siswa. Tidak ada salahnya jika para siswa melakukan eksperimen di lab IPA untuk mengetahui dengan pasti bagaimana ilmu pengetahuan alam sebenernya berjalan dan prakteknya secara nyata. Meskipun IPA terkenal dengan semua teori dan perhitungannya, namun semua yang dipelajari dari buku dan guru tentu kurang menarik jika tidak diterapkan secara nyata, sehingga menguatkan hipotesa yang telah ada sebelumnya. Untuk itu, lab IPA sebagai sarana penunjang ini diharapkan mampu mengembangkan kompetensi siswa lebih baik lagi.

Fasilitas Lab IPA SMP Budi Utomo

Ilmu Pengetauhan Alam yang didalamnya terdapat tiga bagian utama, yakni Kimia, Fisika dan Biologi. Di SMP Budi Utomo ini tentunya memiliki tenaga pengajar yang ahli di bidangnya masing-masing. Dan untuk pelajaran IPA sendiri, akan diadakan praktikum yang dilakukan di Lab IPA SMP Budi Utomo dengan bantuan para pengurus laboratorium. Dalam Lab IPA yang terdapat di SMP Budi Utomo ini memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai dari bangku dan kursik khusus laboratorium, jas laboratorium untuk praktikum materi Kimia, Biologi, serta Fisika yang berbeda-beda, serta peralatan penelitian mulai dari tabung reaksi, thermometer dan lainnya terdapat dalam lab SMP Budi Utomo.  Dengan adanya tunjangan fasilitas demikian lengkap dengan tim pengajar serta pengurus lab IPA yang kompeten di bidangnya, akan menghasilkan siswa-siswi yang unggul dalam ilmu pengetauhan alam.

Dalam penggunaan lab IPA SMP Budi Utomo selalu diajarkan bagaimana mencari hasil dengan melakukan eksperimen untuk mendapatkan data sesuai dengan pengamatandan terukur. Mempelajari IPA melalui dirasa lebih ekeftif daripada hanya dengan teori. Karena ketika mempraktekannya secara langsung akan terlihat secara konkrit apa yang dimaksudkan oleh Ilmu Pengetauhan Alam tersebut. Selain itu, di lab IPA SMP ini , para siswa juga dapat melakukan beberapa penelitian yang mereka butuhkan dengan bantuan guru serta pengurus lab IPA yang ada.

Pentingnya Lab IPA SMP Budi Utomo

praktikum IPA
praktikum IPA

Tujuan utama dari adanya Lab IPA dalam setiap sekolah sendiri adalah untuk fasilitas penunjang dalam pengajaran. Dengan ditunjang fasilitas yang demikian lengkap, tentu sekolah akan lebih menghasilkan para siswa yang memiliki kemampuan lebih di bidang Ilmu Pengetauhan Alam ini. SMP Budi Utomo telah memberikan yang terbaik dalam hal fasilitas serta sistem pengajaran yang baik untuk para siswa yang bersekolah di SMP ini. Selain itu, para siswa yang memiliki bakat dan ingin memiliki pengetauhan lebih tentang IPA, dengan adanya lab IPA di SMP Budi Utomo ini tentu aka lebih berkembang dibandingkan dengan sekolah menengah pertama lainnya. Untuk itu, Lab IPA SMP Budi Utomo ini bisa dijadikan contoh untuk sekolah lainnya dalam memberikan fasilitas terbaik untuk para peserta didik agar lebih berkembang menjadi generasi muda yang lebih berkualitas.