Blog

    Dalam pelajaran matematika biasanya di ajarkan juga angka-angka romawi untuk siswa, penulisan angka romawi mempunyai cara sendiri yang cukup unik untuk di pelajari.

    Adapun penulisan angka angka romawi bisa di simak penjelasan singkat saya berikut ini :

    I = satu (1)

    V = lima (5)

    X = sepuluh (10)

    L = limapuluh (50)

    C = seratus (100)

    D = limaratus (500)

     

    M = seribu (1000)

    Untuk detailnya bisa di lihat pada tabel berikut ini :

    angka-romawi

    Cara mudah untuk menuliskan angka yang besar dalam angka Romawi ialah dengan menuliskan ribuan terlebih dahulu, ratusan, puluhan kemudian satuan. serta dalam penulisannya sisi kiri adalah pengurangan dan sisi kanan penjumlahan. misal bisa di lihat contoh penulisan angka romawi berikut :

    XCVII = mempunyai arti 97 dengan rincian X = 10, C = 100, VII = 7 jadi untuk menulis 90 adalah XC

    contoh lain lagi ; penulisan angka 2013 adalah MMXIII

     

      Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos seperti berikut :

      • Mikrokosmos : benda-benda alam yang mempunyai ukuran yang sangat kecil. misal ; electron, atom, amuba, dll
      • Makrokosmos : benda-benda alam yang mempunyai ukuran yang sangat besar. misal ; planet, bintang, galaksi, dll

      Adapun beberapa teori terbentuknya alam semesta munurut para pakar astronomi adalah sebagai berikut :

      1. Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory)

      Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta dimanapun dan kapanpun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada saat terntentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lainnya.

       

      Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya (tanpa awal dan akhir)

       2. Teori Dentuman Besar (Big Bang Theory)

      Teori ini di kembangkan oleh George Lemaitre, dimana teori ini mengemukakan bahwa pada mulanya alam semesta berupa sebuah primeval atomyang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Atom tersebut mempunyai massa yang sangat besar dan massa jenis yang sangat besar. Kerena adanya reaksi inti, atom tersebut kemudian meledak dengan hebat. kemudian massa tersebut mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan dan tersebar di alam semesta. Kemudian akan terjadi ekspansi massa yang berlangsung jutaan tahun dan akan terus berlangsung.

      Dari kedua teori di atas, teori big bang lah yang sekarang menjadi acuan masyarakat mengenai terbentuknya alam semesta ini. mengenai benar tidaknya tentang terbentuknya alam semesta ini tentunya hanya Tuhan lah yang tahu segalanya.

        Produksi Listrik dari Grafena dan Air Garam
        Produksi Listrik dari Grafena dan Air Garam

        Penemuan mengejutkan dan terdengar tak masuk akal datang dari China. Sebuah tim riset menghasilkan listrik hanya dengan menggerakkan air garam melewati lapisan-lapisan grafena (graphene). Melalui penemuan tersebut, mereka berhasil menciptakan energi ramah lingkungan yang bebas limbah, tanpa gas rumah kaca, dan tanpa reaksi pembakaran maupun ledakan dengan menggunakan salah satu material kimia yang paling melimpah di Bumi.

        Secara kimiawi, grafena merupakan salah satu alotrop karbon yang terdiri atas susunan atom-atom karbon yang terikat membentuk pola heksagonal dalam sebuah lapisan dua-dimensi. Lapisan ini secara teknis memiliki ketebalan sama dengan ukuran atom karbon itu sendiri. Karena ketipisannya inilah grafena berinteraksi secara aneh dengan cahaya dan material lainnya.

        Meskipun tipis grafena cukup dikenal akan kekuatannya untuk menahan beban pada satuan massa yang relatif rendah. Kekuatannya ini bahkan melebihi baja. Grafena juga merupakan alotrop dasar pembentuk alotrop karbon lainnya seperti grafit, nanotube karbon, dan fulleren. Dikarenakan sifat dasar karbon dan strukturnya yang terdiri atas lapisan, grafena merupakan material yang sangat konduktif sehingga digunakan secara luas dalam eksperimen produksi listrik.

        Landasan ilmiah di balik fenomena tersebut sebenarnya cukup sederhana. Ketika tetesan air garam tidak bergerak pada sebuah lapisan grafena, muatan listrik terdistribusi secara merata dan seimbang pada kedua sisi grafena. Namun ketika tetesan tersebut bergerak melalui permukaan grafena, elektron-elektron pada air garam keluar dari satu lapisan grafena dan kemudian diserap oleh permukaan grafena lain di bawahnya. Pergerakan elektron-elektron sepanjang lapisan ini menghasilkan tegangan listrik yang dapat diukur. Semakin cepat air garam bergerak, semakin tinggi pula tegangan listrik yang dapat dihasilkan – meski total voltase yang dihasilkan masih cukup rendah yaitu sekitar 30 milivolt. Sebagai perbandingan, baterei standar ukuran AA dapat memproduksi listrik sebesar 1,5 volt.

        Meski hanya menghasilkan tegangan dan daya listrik yang kecil, penelitian ini tetap memberikan suatu terobosan penting terhadap ilmu pengetahuan, terutama dalam memanfaatkan material dan energi melimpah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, yaitu karbon, air garam, dan gravitasi.

        Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, penelitian ini akan semakin berkembang dengan digunakannya material maupun metode terbaru. Penelitian ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala yang lebih besar seperti halnya pembangkit listrik tenaga air, agar dapat menghasilkan listrik yang dapat dinikmati seluruh penduduk Bumi.

          Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.

          Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain. Untuk itu seorang guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran. Disini saya akan memaparkan beberapa metode pembelajaran menurut Ns. Roymond H. Simamora, M.Kep yang dapat kita digunakan.

          Macam-Macam Metode pembelajaran :

          1. Metode Ceramah

          Metode pembelajaran ceramah

           adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.

          1. Metode Diskusi

          Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).

          Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.

          1. Metode Demonstrasi

          Metode pembelajaran demontrasi

          merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.

          Kelebihan Metode Demonstrasi :

          1. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
          2. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
          3. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.

          Kelemahan metode Demonstrasi :

          1. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
          2. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
          3. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.

           

            1. Religius : sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
            2. Jujur : Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
            3. Toleransi : Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
            4. Disiplin : Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan
            5. Kerja Keras : Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatanbelajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
            6. Kreatif : Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
            7. Mandiri : Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas
            8. Demokratis : Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain
            9. Rasa Ingin Tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
            10. Semangat Kebangsaan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya
            11. Cinta Tanah Air : Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, danpenghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
            12. Menghargai Prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
            13. Bersahabat/Komunikatif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
            14. Cinta Damai : Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
            15. Gemar Membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
            16. Peduli Lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi
            17. Peduli Sosial : Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
            18. Tanggung-jawab : Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

              Setelah sempat menjadi perbincangan panjang, tembakau gorila akhirnya resmi masuk dalam daftar narkotika. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.
              Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan, tembakau gorila sudah resmi narkotika dengan diterbitkannya Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 mulai Kamis 12 Januari 2017 kemarin. Dengan begitu, baik pengedar atau pun pengguna tembakau ganja sintetis itu dapat terjerat pidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
               Narkotika yang dikatakan bisa membuat penghisapnya merasa seperti tertimpa gorila itu mengandung zat AB-CHMINACA. Kandungan itulah yang membuat tembakau gorila masuk dalam golongan I angka 86.  Disebutkan dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 bahwa narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Narkotika golongan I memuat daftar sebanyak 114 jenis narkotika.
              Tembakau gorila kini diketahui masih dijual bebas di masyarakat. Dengan adanya aturan baru tersebut, BNN meminta kepada masyarakat untuk melaporkan informasi terkait penyalahgunaan tembakau gorila atau pun sejenisnya.

                dampak narkoba
                dampak narkoba

                Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Danmpak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik. Meskipun demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia kedokteran, namun hanya diberikan bagi pasien-pasien tertentu, bukan untuk dikonsumsi secara umum dan bebas oleh masyarakat. Oleh karena itu obat dan narkotikA yang disalahgunakan dapat menimbulkan berbagai akibat yang beraneka ragam.

                Bisa dibilang, narkoba bersifat merusak apabila disalahgunakan atau dalam penggunaan yang berlebihan. Bahaya narkoba akan sangat berdampak untuk tubuh. Berikut bahaya narkoba bagi organ tubuh pecandunya:

                1. Gangguan pada Otak

                Tidak butuh waktu lama untuk senyawa kimia dibawa oleh aliran darah menuju otak dan organ lainnya.  Jika masuk dalam otak, THC atau senyawa kimia narkoba ini akan melepaskan dopamin dalam jumlah yang besar. Ini yang menyebabkan pengguna merasa lebih tenang, lebih nyaman atau biasa disebut dengan ‘high’ atau ‘fly’. Pada fase ini, pengguna tidak bisa berpikir dengan jernih karena terganggunya proses pencernaan informasi. Selain itu, pengguna akan sulit juga untuk membentuk atau mengingat sesuatu ketika sedang ‘high’. Bahaya narkoba pada otak dapat mengganggu saraf  dan dapat menyebabkan pengguna mengalami kejang, halusinasi hingga hilang kesadaran serta kerusakan otak secara permanen.

                2. Ganguan Pada Kulit

                Untuk pengguna narkoba jenis suntik umumnya akan mengalami gangguan yang berhubungan dengan kulit. Yang paling sering terjadi adalah gangguan kulit layaknya infeksi pada kulit. Biasanya gangguan pada kulit terjadi pada mereka yang menggunakan narkoba dan bisa dilihat dari bekas lebam di tangan akibat suntikan dari narkoba tersebut. Secara umum kulit pecandu narkoba akan terlihat kusam, berkeriput dan tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

                3. Gangguan Pada Fungsi Hati

                Menggunakan narkoba jenis ganja juga bisa menyebabkan perasaan tersengat atau terbakar di mulut dan tenggorokan. Apalagi jika narkoba dikonsumsi melalui mulut, hati atau liver akan memprosesnya dengan cepat. Bahaya narkoba ini akan menyebabkan fungsi hati menjadi rusak jika narkoba dikonsumsi berlebihan. Risiko seperti disfungsi atau gagal fungsi hati bisa terjadi pada mereka yang menggunakan narkoba dalam jangka waktu panjang.

                4. Gangguan Pada Jantung

                Saat mengonsumsi narkoba jenis kokain, amfetamin, dan ekstasi dapat menyebabkan peningkatan hormon katekolamin yang mengakibatkan jantung bekerja lebih keras. Ini akan memicu peningkatan tekanan darah mendadak, sehingga kebutuhan oksigen otot jantung akan meningkat. Saat mengalami kerusakan pada otot jantung, akan mengganggu fungsi pompa jantung, serta gangguan irama jantung, baik denyut jantung menjadi sangat cepat hingga jantung berhenti dan dapat menyebabkan kematian.

                5.Gangguan Pada Sistem Pencernaan

                Dari efek merugikan yang ditimbulkannya, beberapa kasus penyalahgunaan narkoba juga diketahui dapat menyebabkan mual dan muntah beberapa saat setelah dikonsumsi. Penggunaan kokain juga dapat mengakibatkan nyeri pada lambung.
                6. Gangguan Pada Mata

                Mata menjadi merah, sukar tidur, gangguan presepsi penglihatan dan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang berakibat fatal bagi dirinya.

                7. Ganguan Pada Mulut

                Pengguna narkoba pada umumnya akan mengalami masalah pada rongga mulut. Mulut akan terasa kering, kaku dan gangguan bicara. Lidah juga akan mengalami kekakuan dan gangguan sensitifitas lidah sehingga mengakibatkan sulit menelan. Sebagian besar pecandu juga akan mengalami kerusakan pada gigi dan bau mulut.(SenliHR)

                  BAHAYA NARKOBA BAGI KESEHATAN

                  dampak-narkoba-bagi-tubuh1
                  dampak-narkoba-bagi-tubuh1

                  Bahaya Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.
                  Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia
                  Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:
                  Depresan
                  Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
                  Halusinogen
                  Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
                  Stimulan
                  Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian.
                  Adiktif
                  Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).
                  Adapun bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:

                  Opioid:

                  • Depresi berat
                    Apatis
                    Rasa lelah berlebihan
                    Malas bergerak
                    Banyak tidur
                    Gugup
                    Gelisah
                    Selalu merasa curiga
                    Denyut jantung bertambah cepat
                    Rasa gembira berlebihan
                    Banyak bicara namun cadel
                    Rasa harga diri meningkat
                    Kejang-kejang
                    Pupil mata mengecil
                    Tekanan darah meningkat
                    Berkeringat dingin
                    Mual hingga muntah
                    Luka pada sekat rongga hidung
                    Kehilangan nafsu makan
                    Turunnya berat badan

                  Kokain

                  • Denyut jantung bertambah cepat
                    Gelisah
                    Rasa gembira berlebihan
                    Rasa harga diri meningkat
                    Banyak bicara
                    Kejang-kejang
                    Pupil mata melebar
                    Berkeringat dingin
                    Mual hingga muntah
                    Mudah berkelahi
                    Mendarahan pada otak
                    Penyumbatan pembuluh darah
                    Pergerakan mata tidak terkendali
                    Kekakuan otot leher

                  Ganja

                  • Mata sembab
                    Kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
                    Sering melamun
                    Pendengaran terganggu
                    Selalu tertawa
                    Terkadang cepat marah
                    Tidak bergairah
                    Gelisah
                    Dehidrasi
                    Tulang gigi keropos
                    Liver
                    Saraf otak dan saraf mata rusak
                    Skizofrenia

                  Ectasy

                  • Enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,
                    Berkeringat
                    Sulit tidur
                    Kerusakan saraf otak
                    Dehidrasi
                    Gangguan liver
                    Tulang dan gigi keropos
                    Tidak nafsu makan
                    Saraf mata rusak

                  Shabu-shabu:

                  • Enerjik
                  • Paranoid
                    Sulit tidur
                    Sulit berfikir
                    Kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas
                    Banyak bicara
                    Denyut jantung bertambah cepat
                    Pendarahan otak
                    Shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.

                  Benzodiazepin:

                  • Berjalan sempoyongan
                    Wajah kemerahan
                    Banyak bicara tapi cadel
                    Mudah marah
                    Konsentrasi terganggu
                    Kerusakan organ-organ tubuh terutama otak
                    Perilaku pemakai untuk mendapatkan narkoba
                    Melakukan berbagai cara untuk mendapatkan narkoba secara terus-menerus

                   

                  Pemakai yang sudah berada pada tahap kecanduan akan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan narkoba kembali. Misalnya, pelajar bisa menggunakan uang sekolahnya untuk membeli narkoba jika sudah tidak mempunyai persediaan uang.
                  Bahkan, mereka bisa mencuri uang dari orangtua, teman, atau tetangga. Hal tersebut tentu akan mengganggu stabilitas sosial.
                  Dengan kondisi tubuh yang rusak, mustahil bagi pemakai untuk belajar, bekerja, berkarya, atau melakukan hal-hal positif lainnya.

                    Dampak Narkoba
                    Dampak Narkoba

                    Efek narkotika tergantung kepada dosis pemakaian, cara pemakaian, pemakaian sebelumnya dan harapan pengguna. Selain kegunaan medis untuk mengobati nyeri, batuk dan diare akut, narkotika menghasilkan perasaan “lebih membaik” yang dikenal dengan eforia dengan mengurangi tekanan psikis. Efek ini dapat mengakibatkan ketergantungan. tanda tanda fisik, dapat dilihat dari tanda – tanda fisik si pengguna, seperti :
                    1. mata merah
                    2. mulut kering
                    3. bibir bewarna kecoklatan
                    4. perilakunya tidak wajar
                    5. bicaranya kacau
                    6. daya ingatannya menurun

                    Ada pun tanda – tanda dini anak yang telah menggunakan narkotik dapat dilihat dari beberapa hal antara lain :
                    1. anak menjadi pemurung dan penyendiri
                    2. wajah anak pucat dan kuyu
                    3. terdapat bau aneh yang tidak biasa di kamar anak
                    4. matanya berair dan tangannya gemetar
                    5. nafasnya tersengal dan susuh tidur
                    6. badannya lesu dan selalu gelisah
                    7. anak menjadi mudah tersinggung, marah, suka menantang orang tua

                    Lalu bagaimana mengetahui bahwa anggota keluarga jadi pecandu obat terlarang itu? Mardan Sadzali memberikan ciri-ciri yang mudah diketahui pada pecandu narkoba.

                    • Pecandu daun ganja : Cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata mengattup terus, doyan makan karena perut merasa lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu.

                    • Pecandu putauw : Sering menyendiri di tempat gelap sambil dengar musik, malas mandi karena kondisi badan selalu kedinginan, badan kurus, layu serta selalu apatis terhadap lawan jenis.

                    • Pecandu inex atau ekstasi : Suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar musik house, wajah terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka keringatan, sering minder setelah pengaruh inex hilang.

                    • Pecandu sabu-sabu : gampang gelisah dan serba salah melakukan apa saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan, karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru dikenal, badan berkeringat meski berada di dalam ruangan ber-AC, suka marah dan sensitive.

                      Beberapa upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain :

                      Preventif (pencegahan)

                      yaitu untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba. Pencegahan adalah lebih baik dari pada pemberantasan. Pencegahan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pembinaan dan pengawasan dalam keluarga, penyuluhan oleh pihak yang kompeten baik di sekolah dan masyarakat, pengajian oleh para ulama, pengawasan tempat-tempat hiburan malam oleh pihak keamanan, pengawasan distribusi obat-obatan ilegal dan melakukan tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan kesempatan terjadinya penyalahgunaan Narkoba.

                      Represif (penindakan)

                      yaitu menindak dan memberantas penyalahgunaan narkoba melalui jalur hukum, yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang dibantu oleh masyarakat. Kalau masyarakat mengetahui harus segera melaporkan kepada pihak berwajib dan tidak boleh main hakim sendiri.
                      Kuratif (pengobatan), bertujuan penyembuhan para korban baik secara medis maupun dengan media lain. Di Sulsel sudah didirikan tempat-tempat penyembuhan dan rehabilitasi pecandu narkoba, yaitu Pusat Rahabilitasi Narkoba “Baddoka” Makassar.

                      Rehabilitatif (rehabilitasi)

                      dilakukan agar setelah pengobatan selesai para korban tidak kambuh kembali “ketagihan” Narkoba. Rehabilitasi berupaya menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Kita tidak boleh mengasingkan para korban Narkoba yang sudah sadar dan bertobat, supaya mereka tidak terjerumus kembali sebagai pecandu narkoba. [sumber : b.sutiyoso]

                       

                       

                      333